FORSAMIK Luncurkan 3 Program Bagi UMKM di Awal Tahun 2020

FORSAMIK Luncurkan 3 Program Bagi UMKM di Awal Tahun 2020

Infousahamikro.com  – Memasuki usia kedua, FORSAMIK (Forum Usaha Mikro Kabupaten Tangerang) yang merupakan  wadah pelaku usaha mikro se Kabupaten Tangerang akan melakukan langkah strategis sebagai jawaban atas potensi dan kebutuhan anggotanya.

Suhendra, Selaku Ketua Umum FORSAMIK menuturkan 3 (tiga) Program ini akan menjadi gebrakan ditahun 2020 dan menjawab permasalahan yang sering muncul dikalangan pelaku usaha mikro ataupun stake holder terkait yaitu Pemerintah.

Tiga Program tersebut Pertama Pendirian Forsamik Institute. Melalui institusi ini, FORSAMIK akan mendidik para generasi muda untuk melek Internet Marketing, sehingga mereka bisa kolaborasi dalam pemasaran produk-produk anggota FORSAMIK.

“Para alumni akan berkolaborasi dengan Tim Marketing Center dalam upaya membangun chanel distribusi dan jejaring pemasaran,” ujar Suhendra

Kedua, FORSAMIK akan mengadakan Training For Trainer yang keluarannya akan menghasilkan Mentor FORSAMIK. Nantinya, mereka akan membina anggota pemula. “Juga akan dikirim ke desa-desa dalam upaya membantu melakukan pendampingan  pemberdayaan ekonomi di setiap desa di 29 Kecamatan,” jelas pengusaha Batu Nisan Kancil ini.

Pembinaan dilakukan baik dari sisi cara mengurus perizinan, dan mengelola usaha agar tumbuh dan berkesinambungan. Peserta harus memenuhi beberapa kriteria, diantaranya punya usaha yang tumbuh berkesinambungan.

Di sisi lain, FORSAMIK akan melajukan pendirian Koperasi Bina Usaha mikro. Koperasi ini fokus pada penyediaan kebutuhan bahan baku kebutuhan anggota.

“Koperasi ini semoga menjelma menjadi sentral bahan baku yang saat ini harganya tinggi dan banyak dikeluhkan pengusaha mikro,” ungkapnya. Selain itu, koperasi ini diharapkan jadi penyedia modal dadakan bagi anggota yang dapat order atau tender dalam scala yg lumayan.

Sementara, langkah ketiga yang akan dilakukan yakni Peluncuran Kartu Anggota Elektronik. Selain berfungsi sebagai bukti keanggotaan, juga bisa dijadikan media database penerima manfaat pelatihan dan fasilitasi.

Ketika anggota mengikuti suatu pelatihan atau fasilitasi secara otomatis akan terupdate melalui kartu ini.
Cukup ditempelkan pada suatu alat data data akan masuk dan bisa di monitor oleh pihak-pihak terkait.

“Data ini menjadi jendela informasi siapa saja yang telah mengikuti pelatihan dan fasilitasi, sehingga menghindari potensi 4 L (Lu lagi Lu lagi). Tujuan agar penerima manfaat merata dan saling bergantian bisa terealisasi,” jelas Suhendra.

Anggota yang ingin mendapatkan bahan baku yang disediakan Koperasi Bina Usaha Mikro nantinta juga harus berbelanja menggunakan kartu ini dengan cara men-topup-nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *